Agar Ramadhan Lebih Bermakna

  • Posted on: 30 June 2015
  • By: kontributor tkit1

“ Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”. (QS. Al Baqarah (2) : 183)

Tak terasa kini kita telah memasuki sepuluh hari kedua bulan ramadhan. Bulan yang penuh dengan keberkahan dan magfirah Allah swt. Tiga belas hari bukan waktu yang singkat. Tiga belas hari sangat menentukan akan nilai-nilai ibadah kita di bulan ini. Sebagai seorang mukmin hari yang telah kita lewati di bulan ramadhan begitu berarti.

Bulan ramadhan bukan sekedar kita berpuasa, menggugurkan kewajiban kita sebagai seorang muslim. Ramadhan sesungguhnya bulan pembekalan bagi fisik, ruh dan akal kita agar siap menghadapi tantangan hidup di sebelas bulan berikutnya. Agar ramadhan kita lebih bermakna, kita perlu terus membekali diri kita dengan ilmu tentang ramadhan dan mencari tahu bagaimana Rasulullah saw melewati ramadhan dengan ibadahnya.

 Ada beberapa keutamaan ramadhan yang perlu kita ketahui agar kita lebih termotivasi untuk menghidupkan ramadhan kita, yaitu:

1. Ramadhan adalah bulan tarbiyah untuk mendapatkan derajat taqwa.

 Dalam Al Qur’an surat Al-Baqarah (2): 183 Allah swt berfirman “ Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.

2. Bulan diturunkannya Al Qur’an

Bulan Ramadhan, yang pada bulan itu Al Qur’an diturunkan sebagai petunjuk buat manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu, dan sebagai pemisah (yang haq dan yang batil).Lalu,kita sampai tiga belas hari ini sudah berapa banyak kita melantunkan ayat-ayat Al Qur'an? Setengah juz, satu juz, sepuluh juz, tiga puluh juz, atau samapi hari ini kita belum pernah membuka Al Qur'an kita? jika kita belum punya target, maka bersegeralah. jangan sampai bacaan Al Qur'an kita tidak ada sama sekali. Tapi ingat!mMbaca Al Qur'an bukan seperti kita membaca koran. Karena kejar target, akhirnya ngebut tanpa mengikuti rambu-rambu yang telah ada. Bacalah Al Qur'an dengan tartil dan penuh kekhusukan agar Allah swt senantiasa melimpahkan rahmatnya pada orang yang membaca maupun mendengarnya.(QS Al Baqarah: 185).

3.   Bulan yang paling utama, bulan penuh berkah.

Bulan yang paling utama adalah bulan Ramadhan, dan hari yang paling utama adalah hari Jum’at. (HR At-Thabarani)

Dari Ubadah bin Ash-Shamit, bahwa Rasulullah saw –pada suatu hari, ketika Ramadhan telah tiba- bersabda: Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah, pada bulan itu Allah swt memberikan naungan-Nya kepada kalian. Dia turunkan Rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan, dan Dia kabulkan do’a. pada bulan itu Allah swt akan melihat kalian berpacu melakukan kebaikan. Para malaikat berbangga dengan kalian, dan perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat Rahmat Allah swt”. (HR Ath-Thabarani)2.

4. Bulan ampunan dosa, bulan peluang emas melakukan ketaatan.

Rasulullah saw bersabda: “Shalat lima waktu, dari Jum’at ke Jum’at, dari Ramadhan ke Ramadhan, dapat menghapuskan dosa-dosa, apabila dosa-dosa besar dihindari. (HR Muslim).

 Barang siapa yang melakukan ibadah di malam hari bulan Ramadhan, karena iman dan mengharapkan ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni. (Muttafaqun ‘alaih).

5. Bulan dilipat gandakannya amal shaleh.

 Rabb-Mu berkata: “Setiap perbuatan baik dilipat gandakan pahalanya sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa, puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai yang melindungi dari api neraka. Bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih wangi dari pada parfum misik. Apabila orang bodoh berlaku jahil kepada seseorang diantara kamu yang tengah berpuasa,hendaknya ia katakan: “Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa”. (HR At-Tirmidzi).

Bulan Ramadhan awalnya rahmat, tengahnya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka, siapa yang memberikan keringanan bagi hamba sahayanya pada bulan itu, Allah akan ampuni dosanya, dan dia dibebaskan dari neraka. Pada bulan ini, perbanyaklah empat hal, dua diantaranya membuat kamu diridhai Rabb mu, dan dua yang lainnya sesuatu yang sangat kamu butuhkan.Dua hal yang membuat kamu diridhai Rabbmu adalah: Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Kamu meminta ampunan kepada-Nya. Sedangkan dua hal lainnya yang sangat kamu butuhkan adalah: Kamu meminta syurga kepada Allah, dan kamu minta dilindungi dari neraka.

Siapa yang memberikan minum kepada orang yang berpuasa, Allah akan memberikan minuman kepadanya dari telagaku yang tidak akan menjadi haus sampai dia masuk syurga”. (HR Ibnu Khuzaimah).

6. Ramadhan bulan jihad, bulan kemenangan.

Sejarah mencatat, bahwa pada bulan suci Ramadhan inilah beberapa kesuksesan dan kemenangan besar diraih ummat Islam, yang sekaligus membuktikan bahwa Ramadhan bukan bulan malas dan lemah, tapi merupakan bulankuat, bulan jihad, bulan kemenangan. Perang Badar Kubro yang diabadikan dalam Al Qur’an sebagai yaumul furqan, dan ummat Islam saat itu meraih kemenangan besar, terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Dan saat itu, gembong kebatilan: Abu Jahal, terbunuh. Pada bulan Ramadhan pula fathu Makkah terjadi, yang diabadikan dalam Al Qur’an sebagai Fathan Mubiiina, tepatnya pada tanggal 10 Ramadhan tahun 8 (delapan) Hijriyah. Serangkaian peristiwa besar lainnya juga terjadi pada bulan Ramadhan, seperti: beberapa pertempuran dalam perang Tabuk, terjadi pada bulan Ramadhan tahun 9 (sembilan) Hijriyah. Tersebarnya Islam di Yaman pada bulan Ramadhan tahun 10 Hijriyah. Khalid bin Al Walid menghancurkan berhala Uzza pada tanggal 25 Ramadhan tahun 8 (delapan) Hijriyah. Dihancurkannya berhala Latta pada bulan Ramadhan tahun 9 Hijriyah.  Ditaklukkannya Andalus (Spanyol sekarang) di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad pada tanggal 28 Ramadhan tahun 92 Hijriyah. Peperangan ‘Ain Jalut, dimana untuk pertama kalinya pasukan Islam berhasil mengalahkan bangsa Mongol Tartar, yang sebelumnya sempat dianggap mustahil, juga terjadi pada bulan Ramadhan tahun 658 Hijriyah.

ADAB DAN KIAT MENGISI RAMADHAN

1. Puasa yang baik dilakukan dengan motivasi karena Allah.

Semua amal ibnu Adam adalah untuknya, satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya sampai tujuh ratus kali lipat, Allah SWT berfirman: kecuali puasa, ia adalah untuk-KU, dan AKU yang akan membalasnya, sesungguhnya ia telah meninggalkan syahwatnya, makanannya, dan minumannya demi AKU, orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan, sekali waktu berbuka dan sekali lagi waktu bertemu Robbnya, sungguh bau tidak sedap mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi disisi Allah SWT daripada minyak misik.

2.  Disunnahkan bagi yang berpuasa agar memperlambat makan sahur, dan mempercepat berbuka.

Bersahurlah, sesungguhnya dalam sahur itu ada keberkahan. (HR Muslim). Dan makan sahur merupakan pembeda puasa orang mukmin dengan orang kafir.

3. Berdo’a ketika berbuka.

Bagi orang yang berpuasa ketika ia berbuka, do’anya tidak ditolak (HR Ibnu Majah).

4. Memberikan makanan untuk orang yang berbuka puasa.

“Barang siapa yang memberikan makanan untuk berbuka bagi yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa dan yang berpuasa itu tidak dikurangi pahalanya sedikitpun”. (HR Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)1.

5. Menjaga mata, telinga dan lidah serta anggota-anggota tubuh lainnya dari perbuatan yang tidak ada faedahnya, dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan dosa.

“Barang siapa yang tidak menjauhkan kata-kata dan perbuatan bohong, maka Allah tidak menerima puasanya”. (HR Bukhari).

6. Memberikan perhatian yang lebih besar, baik moral ataupun material kepada keluarga dan sanak famili serta memperbanyak sedekah kepada fakir miskin.

“Rasulullah saw adalah orang yang paling dermawan, dan beliau saw lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan, ketika bertemu Jibril ‘Alaihis-Salam, sungguh, kedermawanan beliau saat itu lebih kuat daripada angin yang bertiup”. (HR Muttafaqun ‘alaih).

7. Meningkatkan kajian tentang Islam, tadarrus, tilawah dan tela’ah Al Qur’an, dzikir, do’a dan amal-amal kebajikan lainnya (QS Al Baqarah: 183 – 187).

“Dan Jibril ‘Alaihis-Salam menjumpai nabi saw pada setiap malam bulan Ramadhan, dan beliau mengajaknya bertadarrus Al Qur’an”. (HR Muttafaqun ‘alaih).

8.  I’tikaf pada ‘Asyrul Awakhir (10 hari terakhir bulan Ramadhan) dan meningkatkan aktifitas ibadah pada hari-hari tersebut.

“Nabi saw apabila memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, beliau menghidupkan malam (dengan ibadah), beliau membangunka keluarganya dan beliau menjauh dari istrinya”.

Fenomena di masyarakat kita justru sepuluh hari terakhir bulan ramadhan dipakai untuk shoping, membuat kue, dan jalan-jalan. Awalnya, tujuannya sangat baik untuk memeriahkan datanngnya hari raya, tetapi akhirnya nilai-nilai ramdhan yang sudah dibangun sejak awal dan bonus pahala yang Allah janjikan akhirnya tidak dapat diraih. Na'udzubillah

9.  Meningkatkan kesadaran ber muroqobah, merasa diawasi terus oleh Allah SWT yang Maha Mengetahui, dan selalu menyadari bahwa diri kita tengah berpuasa, tengah beribadah dalam rangka mencapai ketaqwaan.

“Dan agar kamu mengagungkan Allah sesuai dengan apa yang ditunjukkan kepadamu”. (QS Al Baqarah: 185)

10.Pandai menentukan skala prioritas amal islami dengan mengutamakan amal-yang lebih penting, yg lebih banyak manfaatnya dan lebih cepat mengantarkannya ke syurga, baik berupa berjuang di jalan Allah dalam menegakkan kalimat-Nya ataupun berinfaq fi sabilillah, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw dan sahabat-sahabatnya.

Ketika orang-orang minta dispensasi dari berinfaq dan berjihad, Rasulullah saw bersabda: “Tidak bershodaqah, dan tidak berjihad? Jadi, dengan apa kamu ingin masuk syurga? “

Shalat tarawih adalah shalat sunnah, jangan sampai karena mengejar pahala sunnah hal-hal wajib yang diperintahkan Allah dan Rasulnya justru kita tinggalkan, misalnya tuma'ninah dalam shalat dan membaca  Al Qur'an dalam shalat dengan tartil

Wallhu a'lam

Penulis: 
Emy Afriani