Keseruan Rekreasi Ke Pantai

  • Posted on: 20 January 2016
  • By: kontributor tkit1

Tariiiik.....tariiik. Semangaaaat.....cepat...cepat.... terdengar suara teman, bu guru, ayah dan bunda memberikan semangat pada anak-anak. Dua hari ini selasa dan rabu tanggal 19 sampai 20 Januari 2016 anak-anak TKIT Anak Sholeh Mataram melaksanakan kegiatan outing class  ke Pantai Gading. Hari selasa giliran untuk kelompok A dan Rabunya untuk kelompok B. Rasa bahagia terpancar dalam setiap ekspresi anak-anak. Orang tua dan guru pun tak kalah bahagia menyaksikan kecerian anak-anak dalam bermain.  Suara deburan ombak dan kicauan burung di Pantai Gading menambah semarak kegiatan rekreasi.

Ada beberapa permainan seru yang diikuti oleh anak-anak dalam kegiatan rekreasi di antaranya, mencetak pasir dengan berbagai media membentuk istana pasir, memasukkan pasir ke dalam botol, lari sarung, dan tarik tambang. Setiap permainan diikuti oleh semua anak dengan dipandu oleh guru. anak-anak tidak sabaran untuk mengikuti setiap permainan dan mereka ikut dengan antusias.

Permainan yang sudah dirancang dan disiapkan dalam kegiatan rekreasi ke Pantai Gading ditujukan untuk mengajak anak-anak mengenal ciptaan Allah swt, melatih anak untuk senantiasa bersyukur akan nikmat Allah swt berupa alam, mengenal tempat-tempat rekreasi, melatih motorik halus dan kasar anak, melatih kerjasama anak dengan teman, melatih anak untuk bersimpati dan menghargai orang lain, melatih kepedulian anak dengan lingkungan, melatih konsentrasi anak, melatih kognitif anak,  serta melatih suportifitas anak.

Menurut pakar psikologi Yulkhaidir,M.Psi menyampaikan bahwa bermain pasir memiliki segudang manfaat bagi anak usia dini. Dengan bermain pasir anak dapat melatih kemempuan kognitifnya dalam mengenal struktur benda (kasar, halus, banyak, sedikit), melatih motorik halus anak, dan melatih imajinasi anak dalam berekperimen. ketika anak memasukkan pasir ke dalam botol anak berlatih dalam memecahkan masalah sederhana, memperkirakan dan membedakan isi benda, melatih konsentrasi dan kerja sama.

Tarik tambang dan lari sarung pun tak kalah manfaatnya. Anak yang tidak mau diam berlama-lama maka permainan ini adalah salah satu solusinya. Kita dan Buah Hati Foundation memaparkan bahwa ciri anak yang memiliki kecerdasan tubuh kinestetik adalah senang menggunakan tubuh  atau anggota tubuhnya, gemar berbicara dengan kedua tangannya, sulit diam saat belajar dan makan. Oleh karena itu untuk mengoptimalkan kemampuan kinestetik anak salah satunya dapat dilakukan melalui kegiatan hiking atau olah raga. Lari sarung serta tari tambang merupakan dua contoh sederhana kegiatan yang dapat mengoptimalkan kemampuan kinestetik anak usia dini.

Rekreasi ini tambah seru dengan ikutnya bu guru dan ibu-ibu wali murid dalam bermain tarik tambang. Anak-anak bukannya menyemangati bunda-bundanya justru terus bersorak menyemangati bu guru. Ayo bu guruuu... tariik...tariiik. Bunda-bunda dan bu guru tak mau kalah semangat. Saling tari menarikpun terjadi....dan ....horeee.. menang sorak ibu-ibu wali murid. Ya...Bu guru kalah....kata anak-anak....ee...ternyata di belakang ibu-ibu wali murid ada bala bantuan dari seorang bapak. Wajar aja bu guru kalah. Siapa ya orangnya?  Ternyata bapak-bapak pingin ikutan tapi sayang waktunya sudah siang.

Kegiatan rekreasipun ditutup dengan makan bersama di pinggir pantai sembari menikmati semilir angin laut. Selesai makan selanjutnya anak-anak bergotong royong membersihkan sampah makan yang ada di pinggir pantai sebagai bentuk cinta dan rasa syukur terhadap alam ciptaan Allah swt.