Perempuan Itu.... SMILE

  • Posted on: 18 September 2018
  • By: kontributor tkit1

Berbicara tentang perempuan, kita tidak akan pernah bosan. Banyak hal yang selalu ingin digali. Selalu ada alasan untuk menjadikannya trending topik dalam setiap kesempatan. 

Islam sangat memuliakan seorang perempuan. Salah satunya dijadikannya perempuan yakni Ibu menjadi ladang amal dalam meraih syurga-Nya Allah Azza Wajalla. 

Lalu, perempuan seperti apa yang dimuliakan dalam Islam? Kriterianya apa saja? Apakah kita termasuk dalam kriteria ini?

Perempuan mulia itu adalah perempuan yang "SMILE". Aaa... SMILE? Perempuan apa itu? Perempuan yang suka senyum? Gak salah tuh? Kalau kriterianya itu semua perempuan pasti masuklah kriteria ini. 

Ups.... Tunggu dulu sobat. SMILE dalam kamus bahasa Inggris memang artinya senyum. Seorang perempuan itu juga perlu menyuguhkan senyumnya kepada saudara yang ditemuinya. Tapi...tepatnya bukan itu saja. Teruuuuus apa dong?

SMILE itu, S-nya adalah Sholehah. Seorang perempuan dikatakan Sholehah jika dia memiliki keyakinan yang terpatri kuat akan Tuhannya. Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Al Khaliq. Keyakinan ini tak akan goyah hingga maut menjemput. 

Sumayyah, perempuan hamba sahaya milik pemuka Quraisy bernama Abu Hudzaifah bin Mughirah. Akhlaknya yang luhur membuat Abu Hudzaifah menikahkannya dengan kerabatnya Yasir dari Yaman. Dari pernikahan ini lahir buah cinta mereka yakni Ammar bin Yasir. 

Kabar keislaman keluarga Sumayyah bak petir di siang bolong bagi pemuka Bani Makzum. Teror, intimidasi dan siksaanpun datang bertubi-tubi. Di tengah terik mentari padang pasir, tubuh ketika anak manusia ini diseret. Ditindih dengan batu. Dicambuk, sampai tak ada lagi darah yang jatuh ke bumi. 

Abu Jahal, tersenyum lebar. Memaksa Sumayyah dan keluraganya keluar dari Islam. Namun, Sumayyah mendongakkan kepalanya. Menantang Abu Jahal, " Ahad.... Ahad...Ahad. Tuhanku Allah Yang Esa. Tuhanku Allah yang Esa." 

Muka Abu Jahal merah padam. Harga dirinya terasa diinjak-injak oleh budak sahaya di hadapan para pemuka Quraisy. Abu Jahal pun akhirnya mengakhiri hidup Sumayyah dengan sangat keji.  Sumayyah menemui Rabbnya dengan tersenyum. Iringan doa Rasulullah Saw mengiringi kepergian ruh perempuan mulia. "Sabarlah keluarga Yasir. Balasan kalian adalah Jannah". 

Sumayyah perempuan Islam pertama yang syahid. Namanya terukir indah dalam sejarah Islam. Keimanan dalam hati Sumayyah terpancar ibarat cahaya. Kuat seperti baja. Tetap tegak di tengah terpaan siksa tak berperikemanusiaan.

MasyaAllah. Lalu, apa kabar iman kita hari ini? Adakah iman itu sekuat imannya Sumayyah? Atau ia hanya ada dalam lisan kita saja. Tanpa keyakinan dan bukti nyata. Ketika ujian melanda, justru seperti debu. Terbang ringan dibawa sang lembayung. Ataukah iman itu hilang dalam sekejap hanya dengan sekardus mi instan. Na'udzubillah

Huruf berikutnya adalah M, I, L. Menawan Iman dan Islamnya. Seorang perempuan keimanan dan Islamnya terpancar dari keluhuran akhlaknya. Tutur katanya sopan menyejukkan hati. Menjaga tubuhnya dari laki-laki tak bertangung jawab. Amanah. Menepati janji. Tak ada iri dan dengki. Senantiasa ceria di hadapan saudanya. Menebarkan salam pada saudara. Tangannya ringan membantu sesama. Memberi tanpa mengharap. Berdoa dalam diam. Memaafkan dalam kesakitan. Melapangkan dalam kesempitan. Positif thinking atas semua keadaaan.

Huruf terakhir, E. Energik. Selalu semangat dalam melaksanakan kebaikan. Setiap kesempatan adalah ladang pahala. Tak ada kata mengeluh. Tak ada kata menyerah. Hanya ada kalimat " Terus bekerja. Ikhlaskan hati. Perbaiki amal. Sungkurkan kepala sujud hanya pada-Nya. Lantunkan untaian doa-doa terbaik dalam peraduan malam pada Sang Pemilik Jiwa."

 

 

 

Penulis: 
Emy