Semangat Kemerdekaan Di Camp Pengungsian

  • Posted on: 17 August 2018
  • By: kontributor tkit1

Persaudaraan dalam Islam bukan sekedar retorika belaka. Ia tidak cukup diucapkan lisan. Butuh bukti dan aksi nyata. 

Sebagai manusia tak satupun  menginginkan kecelakaan pada dirinya. Tapi, ketika takdir Allah swt menggariskan, tidak ada satupun makhluk yang mampu menahan dan menolak. 

Bencana gempa yang menimpa Lombok adalah ujian dahsyat dari-Nya. Ribuan rumah luluh lantah dalam sekejap. Masjid tempat bersujud  rusak parah. Sekolah-sekolah hancur. Ratusan nyawa melayang. 

Sebagai hamba kita belajar ikhlas, sabar, berusaha bangkit, saling tolong-menolong, dan berserah diri hanya pada-Nya. 

Peringatan kemerdekaan Indonesia tepat tanggal 17 Agustus hari ini, menjadi semangat membangun negeri. Semangat para pejuang bangsa, menjadi inspirasi memperbaiki mental generasi bangsa yang trauma akibat gempa 7 SR  khususnya anak-anak di camp pengungsian.

Bertempat di Camp Kemdikbud yang berada di Sektor Pemenang KLU, Bu Istining Siti Waliyah, S.Pd selaku kepala TK IT Anak Sholeh Mataram sekaligus Ketua JSIT Indonesia Wilayah NTB beserta Tim mengisi "Mental Healing". Kegiatan tepuk, bernyanyi dan permainan sederhana membuat anak-anak tertawa bergembira. 

Semangat kemerdekaan. Bangkitlah Lombokku. La tahzan. Jangan bersedih. Harapan itu masih ada. Allah Al Aziiz selalu bersama kita.

Comments