Teacher's diary

  • Posted on: 30 June 2015
  • By: zhafira_sdit2

Catatan harian seorang guru ( bagian 1 )

September 2009
Berawal dari melepas status sebagai mahasiswa menjadi sarjana muda kisah ini dimulai. Konflik batin pun dimulai. Jiwa idealis ketika menjadi mahasiswa dan tuntutan hidup setelah menjadi sarjana saling beradu logika dalam menemani hari-hariku ketika itu. Itulah pertarungan yang menguras pikiran dan tenaga. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan dan sekaligus untuk menghapus label pengacara ( pengangguran banyak acara ) keputusan itu pun saya ambil. Berawal dari info seorang teman, saya melamar ke sekolah dasar swasta yang syarat nuansa islaminya untuk menjadi seorang guru bukan karena ingin mengabdikan diri karena bergelar sarjana pendidikan tapi karena semata-mata sekedar mencari pekerjaan agar tidak menjadi bagian dari daftar pengangguran. Tak lama kemudian, saya pun mendapat panggilan dari sekolah tersebut untuk wawancara.

7 Desember 2009
Inilah awal dimulainya perubahan paradigma berpikir. Hari pertama mulai beraktivitas di sekolah swasta bernuansa islami itu. Bertemu dengan beberapa orang yang juga berstatus guru baru. Ada yang sudah saya kenal dan ada yang belum. Saya pun mendapat tugas mendampingi guru senior yang ada di kelas 1. Tepat pada saat itu sedang berlangsung ujian akhir semester I. Hari - hari yang saya lalui bersama dengan sosok-sosok unik,lucu, menggemaskan dan kadang menguras pikiran serta tenaga. Mereka adalah sosok-sosok yang orang sebut sebagai siswa.
Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu dan minggu berganti bulan. Aktivitas sebagai seorang guru rutin saya jalani. Seperti uraian saya diawal, menjadi guru karena sekedar mencari pekerjaan daripada disebut seorang pengangguran. Yang penting dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.Tak berselang lama setelah mengajar, orientasi-orientasi sesaat pun mulai mengikis.

Mendalami profesi menjadi seorang guru adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan dan penuh tantangan. Bersama dengan murid dengan segala keunikan dan karakter mereka yang berbeda-beda walaupun terkadang membuat pusing kepala dengan tingkah polah mereka. Kadang dalam hitungan menit saya harus merubah diri bukan berubah menjadi power rangers tapi berubah menjadi sosok teman bagi mereka, kadang menjadi kakak bagi mereka dan yang pasti menjadi orangtua bagi mereka di sekolah. Itulah kompleksnya tugas dan tanggung jawab jika menjadi guru dibandingkan dengan profesi lainnya. Semuanya harus dilakukan dengan penuh keikhasan dan dedikasi yang tinggi untuk mempersiapkan generasi peradaban yang akan membawa warna baru bagi perubahan zaman dan kelak merekalah yang akan menjadi pemimpin peradaban. Dan tugas kita bersama orangtua mereka adalah mempersiapkan mereka untuk siap mengemban amanah peradaban itu. Karena kita adalah seorang guru yang tugasnya mendidik bukan hanya sekedar mengajar(zhafira/sdit2). to be continue...

Penulis: 
Zhafira_sdit2