Trauma Healing Gempa Lombok Digelar Di TKIT

  • Posted on: 14 August 2018
  • By: kontributor tkit1

Gempa yang mengguncang Lombok menimbulkan trauma luar biasa pada semua orang. Orang tua, dewasa, remaja, anak-anak bahkan balita. Bencana ini menjadi bencana nasional yang melanda Lombok di tahun 2018.

Tepat tanggal 5 Agustus 2018  gempa dengan kekuatan 7 SR, telah memporak-porandakan semua yang ada. Tak sedikit korban jiwa. Tercatat sampai hari Senin, 13 Agustus 2018, gempa di Lombok menelan 436 korban meninggal dunia, 783 luka berat (patah tulang) dan 570 luka ringan. Sementara bangunan sekolah yang rusak parah terdata sebanyak 553 bangunan. Selama dua pekan terakhir total gempa yang terjadi di Lombok sebanyak 593 gempa. Jumlah yang sangat pantastis. Pantaslah jika peristiwa ini membuat luka dan trauma di setiap jiwa.

Senin kemarin semua siswa di Lombok kecuali daerah Lombok Utara kegiatan belajar mengajar mulai aktif. TKIT Anak Sholeh Mataram di hari pertama masuk sekolah, melakukan berbagai aktivitas. Kegaiatan "trauma healing" mulai dari ice breaking, shalat dhuha, doa mohon keselamatan, bernyanyi, dongeng ceria, bermain fisik dan makan bersama diharapkan trauma akibat gempa yang ada pada anak segera teratasi. 

Semua anak bergembira, meskipun sekitar pukul 9.45 terjadi dua kali grmpa susulan. Bu guru berusaha tidak menunjukkan kepanikan, namun tetap waspada dan membuat anak-anak tetap berada di tempat aman. Anak-anak pun saking semangat dan gembiranya tak merasakan gempa sama sekali. 

Tetap waspada. Berdamai dengan situasi. Berusaha tenang. Segera bangkit. Bebaskan diri dari trauma. Jadikan sekolah menjadi the best solution mengatasi trauma "Gempa Lombok".