Yuk Kita Raih Keberkahan Ramadhan

  • Posted on: 21 May 2018
  • By: kontributor tkit1

Alhamdulillah, hari ini kita sudah masuk hari keempat di bulan Ramadhan. Sebuah nikmat yang patut untuk senantiasa kita syukuri. Betapa tidak? Karena Allah Azza wa Jalla telah menyampaikan usia kita sampai detik ini.

Bulan Ramadhan, bulan mubarak. Bulan penuh keberkahan. Tak elok rasanya jika bulan yang mulia ini kita lewati begitu saja. Sebagai Muslim, momentum Ramadhan hendaknya menjadi saat yang tepat untuk melakukan perubahan dalam hidup kita. Perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Rasulullah saw tauladan ummat manusia telah memberikan contoh konkrit dalam menghidupkan hari-hari di bulan Ramadhan. Semua aktivitas Rasulullah saw bernilai ibadah di sisi-Nya. Aktivitas utama Rasulullah saw di bulan Ramadhan tentunya puasa.

Allah swt dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183 berfirman “ Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.

Ayat ini tidak asing di telinga kita ummat Muslim. Betapa Allah swt menyeru manusia melakukan ibadah puasa dengan sebutan yang sangat bagus. “Hai orang-orang yang beriman”. Mengapa Allah swt memanggil dengan sebutan tersebut? Sudahkah kita memikirkannya?

Ketahuilah, panggilan dan seruan tersebut telah menunjukkan betapa Allah swt sangat cinta dengan hambanya yang benar-benar ada iman dalam dadanya. Hanya orang yang beriman yang mampu menahan dirinya. Bukan saja dari lapar dan dahaga di siang hari, tetapi orang beriman adalah orang yang mampu menjaga dirinya ketika berpuasa dan berbuka dari perkataan yang sia-sia, perbuatan curang di kantor, perbuatan mengurangi timbangan di pasar, totonan yang tidak mendidik, dari syahwat dunia, serta dari makan dan minum yang berlebih-lebihan meskipun itu halal baginya. Oleh karena itu, sebagai Muslim yang mengaku beriman seyogyanya kita berusaha di bulan Ramadhan ini mengisi waktu yang kita miliki dengan kegiatan positif bukan menunjukkan aktivitas bermalas-malasanan.

Kebiasaan yang sering kita lakukan saat berpuasa salah satunya tidur. Selesai sahur dan shalat subuh, tidur menjadi aktivitas paforit kita. Tidurnya pun tak tanggung-tanggung. Mulai pagi sampai siang. Bahkan bangun siang hanya untuk shalat dzuhur, lanjut lagi meneruskan mimpi di pulau kapuk yang nyaman. Bangun lagi untuk siap-siap buka puasa. 

Apakah ini salah? Mmm, gak salah sih. Rasulullah saw saat berpuasa juga tidur. Bedanya, tidurnya Rasulullah saw saat berpuasa hanya sebentar sebelum shalat dzuhur. Pagi beliau tetap beraktivitas seperti hari-hari biasanya sampai adzan maghrib dikumandangkan oleh Bilal bin Rabah ra. Tidurnya Rasulullah saw juga bertujuan untuk mengistirahatkan tubuh sejenak, agar tubuh lebih fresh lagi dalam beraktivitas. Lebih kuat untuk melaksanakan shalat malam dan memiliki kesempatan untuk bermunajat kepada Sang Khaliq. MasyaAllah.

Selain tidur yang sering kebablasan, mengisi lambung dengan aneka hidangan buka puasa menjadi pilihan kita saat berbuka. Saking nafsunya kita makan sampai-sampai untuk bernafaspun tak bisa. Buka puasa seolah-olah menjadi ajang balas dendam dari puasa selama tiga belas jam yang kita dilakukan. Astaghfirullahal ‘adzim. Puasa bukannya membuat kita sehat, justru  membuat sakit.

Agar lebih semangat berpuasa, kita perlu tahu bagaimana puasanya Rasulullah saw? Apa saja manfaat puasa Ramadhan yang kita peroleh.

Rasulullah saw kalua berpuasa selalu diawali dengan santap sahur. Dalam sebuah hadisnya beliau bersabda “ makan sahurlah, dalam sahur ada barakah” (HR. Mutafaqun ‘alaih). Terus Rasulullah saw selama berpuasa senantiasa menjaga akhlaknya. Baik kepada kerabat, keluarga, sahabat, bahkan kepada orang-orang yang menghina pribadi beliau. Kalua waktu berbuka tiba, Rasulullah saw itu bergegas untuk berbuka. Tak lupa sebelum berbuka beliau senantiasa bermunajat kepada Allah Yang Maha Rahman.

 Nah, kalau manfaat puasa sangat banyak, antara lain: Pertama, puasa Ramadhan yang pasti menyehatkan badan. Kok bisa? Tentu saja bisa. Pada bulan Ramadhan, pola makan kita menjadi lebih teratur. Jika saat berbuka kita dahulukan dengan makan kurma atau air putih seperti anjuran Rasulullah saw, maka kurma yang mengandung glukosa kompleks lebih cepat dicerna usus kita yang kosong dibandingkan makan lainnya.  

Kedua, puasa Ramadhan mengajarkan kita menjadi pribadi sosial. Merasakan lapar di siang hari menjadi pelajaran berharga bagi kita, bahwa masih ada saudara kita yang merasakan lapar di sekitar kita. Kondisi ini menjadikan kita untuk lebih peduli dengan saudara kita. Sikap mau berbagi dan tidak membuang-bunag makan menjadi pelajaran berharga bagi kita setiap Muslim di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan.

Ketiga, puasa Ramadhan melatih kita lebih sabar dan mawas diri. Tidak gampang tersulut emosi. Atau bahkan melakukan tindakan yang membahayakan dan menyakiti orang lain. Rasulullah saw mengajarkan kepada kita, jika ada yang mengajak untuk berbuat tidak baik, maka katakanlah “ inni shooimun”. Sesungguhnya aku sedang berpuasa.

Terakhir, manfaat puasa bagi kita tentunya menjadikan kita hamba yang bertaqwa. Derajat ini menjadi  impian kita. Untuk meraihnya tentunya dengan berusaha menjalankan puasa dengan sebaik-baiknya. Mengisi puasa ramdhan kita dengan hal-hal yang bermanfaat. Menjadikan lisan kita senantiasa bertasbih kepada Allah swt. Menyedekahkan harta yang Allah swt titipkan, minimal memberikan sebutir kurma bagi saudara kita untuk berbuka puasa. Wallahu a’lam.

 

Referensi :

# Al-Qur’an

# Fiqih Sunnah Karangan Syaikh Said Sabiq

Penulis: 
Emy